|
JAKARTA
– Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) DKI Jakarta menggelar acara
sarasehan dengan tema “Melalui Sarasehan Kita Tingkatkan
Profesionalisme Pustakawan” Selasa (7/11) bertempat di Ruang
Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jl. Salemba Raya 28A Jakarta.
Tampil sebagai pembicara adalah A. Kohar Bachrudin, Blasius Sudarsono
dan Harkrisyati Kamil dengan moderator Lies Soelistyowati.
Ketua Pengurus Daerah IPI DKI Jakarta,
Supriyanto dalam sambutannya mengatakan, profesi pustakawan hendaknya
dibarengi dengan sikap profesional dalam segala bentuk, terutama
pekerjaan yang digelutinya. Dia merasa bangga dan senang sebagai
pustakawan. “Saya sebagai pustakawan lahir dan batin,” tambah pria
yang juga menjabat sebagai Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional ini.
Ketua Pusat IPI yang juga Kepala Perpustakaan Nasional, Dady P.
Rachmananta mengingatkan perlu diperhatikannya kompetensi dan
profesionalisme kinerja para pustakawan agar masyarakat benar-benar
mengetahui dan merasakan manfaat dari kiprah para pustakawan dalam
dunia perpustakaan. “IPI sebagai organisasi profesi yang mendukung
keberadaan pustakawan dan perpustakaan diharapkan berperan sebagaimana
fungsinya,” ungkapnya berharap.
Dalam sesi pemaparan makalah, A. Kohar Bachrudin (salah satu pendiri
IPI dan LPDI) mengangkat topik “Sumbangsih LPDI Dalam Membina Tenaga
Perpustakaan (Pustakawan): Sejarah, Harapan dan Kenyataan. Menurutnya,
pembinaan dan pengembangan pustakawan dimasa lalu pasti akan berbeda
dengan harapan dan tantangan masa depan abad 21, mengingat
perkembangan ilmu dan teknologi informasi yang sedemikian maju.
Blasius Sudarsono (Pustakawan Madya PDII-LIPI) menyorot tentang peran
IPI terhadap profesionalitas pustakawan dengan makalah berjudul “Peran
IPI Dalam Meningkatkan Profesionalisme Pustakawan di Era Reformasi”.
Ada tiga pengertian yang harus dipahami bagi tumbuh kembangnya
kepustakawananan Indonesia. Pertama adalah peran organisasi profesi
(IPI), kedua profesionalisme pustakawan dan ketiga adalah era
informasi.
Menurutnya, meski IPI telah berusia lebih dari 33 tahun (dibentuk 6
Juli 1973-red), namun masalah profesi pustakawan nampaknya belum
mantap. Tujuan IPI sendiri adalah untuk meningkatkan profesionalisme
pustakawan serta berkembangnya ilmu perpustakaan, dokumentasi dan
informasi. “Profesionalisme pustakawan diantaranya ditandai dengan
pemahaman atas ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi serta
teknologi informasi dan komunikasi,” tambah Blasius.
Dalam kesempatan ini, Harkrisyati Kamil memaparkan tentang wacana
pembentukan Forum Sarjana Ilmu Perpustakaan Indonesia. Menurutnya,
tujuannya antara lain untuk mengembangkan dan memajukan Ilmu Informasi
dan Perpustakaan sebagai pengetahuan maupun profesi, memberikan
perlindungan kepada anggota dan masyarakat pengguna jasa perpustakaan
dan informasi serta meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan anggota.
|