Header_2.gif
Senin, 30 Nopember 2006
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu
Left_2.gif

Berita IPI

SARASEHAN IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA (IPI) DKI JAKARTA

JAKARTA – Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) DKI Jakarta menggelar acara sarasehan dengan tema “Melalui Sarasehan Kita Tingkatkan Profesionalisme Pustakawan” Selasa (7/11) bertempat di Ruang Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jl. Salemba Raya 28A Jakarta. Tampil sebagai pembicara adalah A. Kohar Bachrudin, Blasius Sudarsono dan Harkrisyati Kamil dengan moderator Lies Soelistyowati.
 

Ketua Pengurus Daerah IPI DKI Jakarta, Supriyanto dalam sambutannya mengatakan, profesi pustakawan hendaknya dibarengi dengan sikap profesional dalam segala bentuk, terutama pekerjaan yang digelutinya. Dia merasa bangga dan senang sebagai pustakawan. “Saya sebagai pustakawan lahir dan batin,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional ini.

Ketua Pusat IPI yang juga Kepala Perpustakaan Nasional, Dady P. Rachmananta mengingatkan perlu diperhatikannya kompetensi dan profesionalisme kinerja para pustakawan agar masyarakat benar-benar mengetahui dan merasakan manfaat dari kiprah para pustakawan dalam dunia perpustakaan. “IPI sebagai organisasi profesi yang mendukung keberadaan pustakawan dan perpustakaan diharapkan berperan sebagaimana fungsinya,” ungkapnya berharap.

Dalam sesi pemaparan makalah, A. Kohar Bachrudin (salah satu pendiri IPI dan LPDI) mengangkat topik “Sumbangsih LPDI Dalam Membina Tenaga Perpustakaan (Pustakawan): Sejarah, Harapan dan Kenyataan. Menurutnya, pembinaan dan pengembangan pustakawan dimasa lalu pasti akan berbeda dengan harapan dan tantangan masa depan abad 21, mengingat perkembangan ilmu dan teknologi informasi yang sedemikian maju.

Blasius Sudarsono (Pustakawan Madya PDII-LIPI) menyorot tentang peran IPI terhadap profesionalitas pustakawan dengan makalah berjudul “Peran IPI Dalam Meningkatkan Profesionalisme Pustakawan di Era Reformasi”. Ada tiga pengertian yang harus dipahami bagi tumbuh kembangnya kepustakawananan Indonesia. Pertama adalah peran organisasi profesi (IPI), kedua profesionalisme pustakawan dan ketiga adalah era informasi.

Menurutnya, meski IPI telah berusia lebih dari 33 tahun (dibentuk 6 Juli 1973-red), namun masalah profesi pustakawan nampaknya belum mantap. Tujuan IPI sendiri adalah untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan serta berkembangnya ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi. “Profesionalisme pustakawan diantaranya ditandai dengan pemahaman atas ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi serta teknologi informasi dan komunikasi,” tambah Blasius.

Dalam kesempatan ini, Harkrisyati Kamil memaparkan tentang wacana pembentukan Forum Sarjana Ilmu Perpustakaan Indonesia. Menurutnya, tujuannya antara lain untuk mengembangkan dan memajukan Ilmu Informasi dan Perpustakaan sebagai pengetahuan maupun profesi, memberikan perlindungan kepada anggota dan masyarakat pengguna jasa perpustakaan dan informasi serta meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan anggota.

 

Right_2.gif
Footer_2.gif
Peta Situs | Statistik Kunjungan | Tim Pemelihara | Webmaster